Pages

Wednesday, August 5, 2009

Dekadensi Moral & Motivasi Sang Ustadz/Kyai

To the point;
Ditempat saya ada orang yang sudah merasa pintar memainkan hukum-hukum agama dan fasih berbahasa arab pengen disebut/dipanggil ustadz/kyai, karena dia merasa sudah pantas dipanggil ustadz/kyai. Ditempat lain, dimana banyak berdiri pondok pesantren modern dan terkenal, ada orang yang sudah bergelar ustadz/kyai malah sibuk dengan menerjunkan diri ke dunia politik, karena dia merasa sudah cukup banyak pengikut. Dan yang lebih parah, baik disini ataupun ditempat lain, ada sebagian dari mereka yang lebih mementingkan praktek supranatural dari pada memberikan pencerahan-pencerahan agama.

Melihat fenomena dari orang-orang yang disebut ustadz/kyai saat ini, terkait erat dengan motivasi mereka selama ditempat pendidikan. Kita semua tahu bahwa Lembaga pendidikan kita (formal/nonformal) lebih mengedepankan skill/keterampilan dengan alasan klasik untuk menghadapi dunia kerja dari pada memberikan penekanan moral & motivasi. Akhirnya, lambat laun sesuatu yang mulia yang kita harap akan lahir dari fungsi dan kapabilitas para ustadz/kyai menjadi bias termakan benturan kebutuhan materi dan keadaan..

Ada cerita lain dari beberapa media yang saya kira masih terkait masalah ini dan cukup menarik untuk kita simak. Enam tahun ke belakang ada sekelompok ustadz/kyai (calon anggota legislatif) yang dengan keras menyorot masalah haji dan bobroknya birokrasi di Depag. Tapi setelah mereka terpilih pada pemilu 2004 dan duduk dikursi empuk gedung DPR, suara yang dulunya keras dan memerahkan telinga itu perlahan memudar dan terkesan menghilang. Sampai suatu saat ada kejadian yang memiriskan publik di tanah air. Para jemaah haji kita banyak yang terlantar dan kelaparan..!! Mereka tak lebih seperti gelandangan dinegeri orang.. Subhanallah..

Kalau sudah begini siapa yang harus dikambing hitamkan, Lembaga pendidikan, pemerintah, atau kita sendiri sebagai masyarakat umum..?? Kita semua dihadapkan pada situasi sulit. Ironisnya, gerakan perbaikan moral dan motivasi saat ini hanya menjadi tajuk pembicaraan kosong/pelengkap diacara-acara seremonial belaka.

Untuk yang terakhir saya ingin mengutip tulisan dari teman, bahwa 4 atau 5 tahun kedepan kita bakal melihat fenomena baru. Bakal ada sekelompok ustadz/kyai yang berdemo ke jalanan menyusul aksi para guru menuntut perbaikan ekonomi layaknya buruh pabrik..

..hmh.. Mungkinkah..??

No comments:

Post a Comment