
Saya melihat ada 2 indikasi yang mencerminkan mulai tersingkirnya nilai-nilai pancasila.
1. Rendahnya pemahaman agama dan pancasila.
Rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam agama dan pancasila berpengaruh besar dalam upaya kita membentuk mental bangsa yang kuat dan berkarakter. Yang diharapkan mampu menjaga sikap dan prilaku dari situasi yang bisa merusak nilai-nilai pancasila dan kaidah-kaidah agama.
Pancasila diciptakan oleh orang-orang agamis, jadi tidak mungkin pancasila tidak sesuai dengan ajaran agama. Dengan memahami ajaran agamanya dengan baik, maka sudah pasti akan mencerminkan sikap dan prilaku pancasilais. Perdebatan yang terjadi selama ini lebih dikarenakan kekurang pahaman kita terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam agama dan pancasila.
2. Sikap inrasional.
Banyak masyarakat kita akhir-akhir ini lebih mengedepankan sikap inrasional dan terjebak kedalam sikap destruktif dari pada menggunakan nalar sehat dan dialog humanistik dalam setiap menyelesaikan konflik. Banyak kejadian yang bisa kita jadikan contoh dari sikap inrasional ini. Dikantor pemerintah, dikantor swasta, dijalanan, bahkan diruang publik. Pelakunya bukan orang-orang bodoh, mereka orang-orang terpelajar. Mereka para pejabat, mereka para pengusaha, mereka para penegak hukum, dan mereka juga para mahasiswa. Dan sialnya lagi, mereka cenderung menganggap biasa terhadap tindakan-tindakan inrasional tersebut. Dan aksi suap adalah contoh paling aktual dari sikap ini.
Dengan melihat dua indikasi tersebut, upaya apa yang harus kita lakukan ..???
Saya ingat ungkapan pak SBY di Suara Pembaharuan terbitan tanggal 2 juni lalu, yang menegaskan bahwa "Pancasila tidak perlu lagi diperdebatkan, karena pancasila secara historis dan konvensional serta konstitusional telah ditetapkan menjadi ideologi bangsa".
Saya secara pribadi setuju itu, namun bukan berarti pancasila itu tidak boleh diperdebatkan lagi. Karena masih ada hal yang lebih penting untuk bersama-sama kita fikirkan. Yakni bagaimana nilai-nilai pancasila itu bisa dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat kita hingga akhirnya bisa diterima dan ditransformasikan sebagai "THE WAY of LIVE" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk itu saya melihat ada 3 hal yang perlu kita lakukan ;
1. Menjadikan pancasila sebagai bagian integral pendidikan nasional.
Artinya setiap mata pelajaran atau mata kuliah harus sesuai dengan nilai-nilai luhur agama dan pancasila. Dan pemerintah harus berani merubah mata pelajaran atau mata kuliah yang didalamnya ada pelajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan pancasila.
Disini saya memberi contoh dalam mata pelajaran ekonomi. Dalam hukum ekonomi disebutkan;
"Bahwa dengan modal sedikit kita harus bisa meraih keuntungan yang sebesar-besarnya".
Bila kita cermati, hukum ini jelas tidak sesuai dengan nilai pancasila dan agama. Karena hukum ini akan mendorong kita untuk menggunakan kekurangan dan kelemahan orang lain dalam meraup keuntungan. Sedangkan agama dan pancasila mengajarkan kita untuk terus mengedepankan kebersamaan dalam segala hal.
2. Teladan pejabat publik.
Bangsa ini masih menganut kultur paternalistik. Dan dalam kultur ini teladan para pemimpin sangat penting sebagai model bagi masyarakat.
3. Kebijakan pemerintah.
Dalam menerapkan kebijakan, terutama kebijakan pembangunan nasional harus bisa mencerminkan nilai-nilai agama dan pancasila. Dewasa ini kita semua tahu bahwa pemerintah sering menelurkan kebijakan yang umumnya banyak merugikan sebagian masyarakat kecil, bahkan merusak lingkungan. Ini jelas mencerminkan bahwa pemerintah sediri tidak paham akan nilai-nilai pancasila..