Pages

Thursday, December 24, 2009

Matinya Rasa Keadilan

Ditengah gaung upaya penegakan hukum
ditanah air, ternyata kita masih harus bermiris-
miris ria melihat kenyataan peradilan yang telah
digelar dibeberapa wilayah. Dan kenyataan itu
sudah mecoreng sekaligus melukai rasa
keadilan bangsa ini.. Lihat saja kasus yang
menimpa pencuri 3 biji kakao, kapas,
semangka, hingga kasus Prita, yang
mengharuskannya bak pengemis karena harus
memenuhi tuntutan jaksa..

Terbukti, setelah bertahun-tahun kita berada di
era reformasi, peradilan kita masih belum bisa
mencerminkan rasa keadilan bagi bangsa ini.
Padahal mereka yang berada dibalik upaya
penegakan hukum itu bukan orang bodoh,
mereka melek hukum. Akan tetapi mereka
terkesan kurang memiliki kebijaksanaan dalam
memberikan payung hukum yang seharusnya
bisa menciptakan rasa keadilan dan ketentraman
bagi rakyat negeri ini, terutama rakyat kecil. Dan
ini berbanding terbalik bila kita melihat nasib
para pengemplang dana bailout Century, atau
upaya penegakan hukum yang mereka lakukan
terhadap dugaan penyuapan si tengil Anggodo
CS.. Timbullah pertanyaan, ada apa sih dengan
lembaga hukum kita..?? Apakah ada yang salah
dengan materi perundang-undangannya, atau
memang mental dan sumber daya manusia para penegak hukumnya
yang bobrok..?? Padahal menurut logika
sederhana (terlepas dari segi mental), bila ada
orang miskin dan bodoh melakukan kesalahan
(mencuri), maka sistem dan fungsi
pemerintahannya
yang harus dipertanyakan. Kenapa rakyatnya
bisa miskin hingga mencuri..?? Negara kita
memang negara hukum. Oleh karena itulah kita tidak
boleh menutup mata dengan tujuan adanya
hukum adalah terciptanya keadilan..

hmh.. Mungkin inilah model penegakan hukum
di negeri ini. Dampak dari sebuah imperialisme
kapitalis, yang lahir dari sistem ekonomi neolib
yang dianut pemerintah kita saat ini.. Maka jangan
heran jika banyak rakyatnya yang berpendapat
bahwa keadilan di negeri ini hanya untuk orang-
orang berduit..!!

Wallahu'alam _