Pages

Wednesday, November 10, 2010

Mu5nah


LangiT sMakin geLap dan mEndungPun kiAn menEbaL.. KeTika 5enJa, di5iniLah aku hr5 mngucaPkan sLamat tinggaL..
MenyAkiTkn meMang, tp tak ada kaTa Lain yg Lbh bi5a menJeLa5kn pra5aanku 5aat ini..
HaraPanku tLah tErbang dan mEnghiLang ..!!!
Ku tau ini akAn trJadi, karna 5dh tak ada 5e5uaTuPun yang bi5a menyaTukn kiTa Lagi.. WaLau hr5 kubErikn sLuruh haTiku pAdamu..
Jangan meMak5a uTk brtAhan di5i5ku. JangAn puRa-puRa tAk tAhu prbEdaan kiTa. KebEr5aMaan kiTa hnya mEnggOre5kn Luka yg tAk mudAh aku haPu5.. Lalu uTk aPa ..????
Kau adaLah penErang, bhkAn di5aat ku bErjLn tanPamu dike5endiriAn maLam. Ma5a dePan kiTa tinggaL 5taPak, krn ma5a laLu tLah trMakan u5ia. 5e5aLku pEndaM didAda. Sedihku tErhia5 dgn 5enyuM. Tiada bEnci dan dEndaM, hAnya ikhLa5 yg dpT ku bEri..
SlaMat brbAhagia, 5yang.. RaihLah 5enyuM indAh pEnuh cEria.. IjinkAn aku 5imPan sMua indah knAngan 5iLam. SemOga kau tEmukAn aPa yg kAu cAri sLaMa ini..

5ubang, 101010

Friday, October 8, 2010

Indikasi Tersingkirnya Nilai-nilai Luhur PANCASILA


Saya melihat ada 2 indikasi yang mencerminkan mulai tersingkirnya nilai-nilai pancasila.

1. Rendahnya pemahaman agama dan pancasila.
Rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahaman nilai-nilai yang terkandung dalam agama dan pancasila berpengaruh besar dalam upaya kita membentuk mental bangsa yang kuat dan berkarakter. Yang diharapkan mampu menjaga sikap dan prilaku dari situasi yang bisa merusak nilai-nilai pancasila dan kaidah-kaidah agama.
Pancasila diciptakan oleh orang-orang agamis, jadi tidak mungkin pancasila tidak sesuai dengan ajaran agama. Dengan memahami ajaran agamanya dengan baik, maka sudah pasti akan mencerminkan sikap dan prilaku pancasilais. Perdebatan yang terjadi selama ini lebih dikarenakan kekurang pahaman kita terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam agama dan pancasila.

2. Sikap inrasional.
Banyak masyarakat kita akhir-akhir ini lebih mengedepankan sikap inrasional dan terjebak kedalam sikap destruktif dari pada menggunakan nalar sehat dan dialog humanistik dalam setiap menyelesaikan konflik. Banyak kejadian yang bisa kita jadikan contoh dari sikap inrasional ini. Dikantor pemerintah, dikantor swasta, dijalanan, bahkan diruang publik. Pelakunya bukan orang-orang bodoh, mereka orang-orang terpelajar. Mereka para pejabat, mereka para pengusaha, mereka para penegak hukum, dan mereka juga para mahasiswa. Dan sialnya lagi, mereka cenderung menganggap biasa terhadap tindakan-tindakan inrasional tersebut. Dan aksi suap adalah contoh paling aktual dari sikap ini.

Dengan melihat dua indikasi tersebut, upaya apa yang harus kita lakukan ..???
Saya ingat ungkapan pak SBY di Suara Pembaharuan terbitan tanggal 2 juni lalu, yang menegaskan bahwa "Pancasila tidak perlu lagi diperdebatkan, karena pancasila secara historis dan konvensional serta konstitusional telah ditetapkan menjadi ideologi bangsa".
Saya secara pribadi setuju itu, namun bukan berarti pancasila itu tidak boleh diperdebatkan lagi. Karena masih ada hal yang lebih penting untuk bersama-sama kita fikirkan. Yakni bagaimana nilai-nilai pancasila itu bisa dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat kita hingga akhirnya bisa diterima dan ditransformasikan sebagai "THE WAY of LIVE" dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu saya melihat ada 3 hal yang perlu kita lakukan ;

1. Menjadikan pancasila sebagai bagian integral pendidikan nasional.
Artinya setiap mata pelajaran atau mata kuliah harus sesuai dengan nilai-nilai luhur agama dan pancasila. Dan pemerintah harus berani merubah mata pelajaran atau mata kuliah yang didalamnya ada pelajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan pancasila.
Disini saya memberi contoh dalam mata pelajaran ekonomi. Dalam hukum ekonomi disebutkan;
"Bahwa dengan modal sedikit kita harus bisa meraih keuntungan yang sebesar-besarnya".
Bila kita cermati, hukum ini jelas tidak sesuai dengan nilai pancasila dan agama. Karena hukum ini akan mendorong kita untuk menggunakan kekurangan dan kelemahan orang lain dalam meraup keuntungan. Sedangkan agama dan pancasila mengajarkan kita untuk terus mengedepankan kebersamaan dalam segala hal.

2. Teladan pejabat publik.
Bangsa ini masih menganut kultur paternalistik. Dan dalam kultur ini teladan para pemimpin sangat penting sebagai model bagi masyarakat.

3. Kebijakan pemerintah.
Dalam menerapkan kebijakan, terutama kebijakan pembangunan nasional harus bisa mencerminkan nilai-nilai agama dan pancasila. Dewasa ini kita semua tahu bahwa pemerintah sering menelurkan kebijakan yang umumnya banyak merugikan sebagian masyarakat kecil, bahkan merusak lingkungan. Ini jelas mencerminkan bahwa pemerintah sediri tidak paham akan nilai-nilai pancasila..

Tuesday, September 14, 2010

G A L A U


Jika kEnAngan yg mEnJadikAnmu aCuan tuk mEnuJu bAhagia, mungkin aku tAk akAn bErarTi bAgiMu..
NaMamu tLah mEngukir Luka di5tiaP rOngga dada. Aku mEngaLah, krn cinTa adaLah 5ayAp.. TerbAngLah br5aManya..
HaRapku tLah mu5nah Lebur tak tr5i5a.
Aku di5ini, akan tEtap tEgak brdiRi 5ndiri..
Jika binTang 5udAh tak dpT Lg mEneMani, biArLah kunikMati ke5unyiAnku..
Dan jika pui5i indah 5dh tAk dpT Lg mEwAkiLi pEra5aan, biArLh kunikMaTi kehaMpaanku..
Mungkin, air maTa yg tuLu5 akAn Lbh brArti drpd tawa pEnuh du5ta... ..

Permohonan Info Nomer-nomer yang Pernah Menghubungi Kartu M3 Saya


13 September 2010
adhe_0512@yahoo.co.id

Assalamu'alaikum

Minal a'idzin walfaizin, mohon maaf lahir bathin untuk semua operator Care Service M3.

Sebelumnya saya minta maaf apabila surat saya hanya menambah pekerjaan bapak/ibu operator. Namun perlu diketahui bahwa bersama surat ini saya ingin menyampaikan beberapa permintaan yang sangat penting bagi saya dan keluarga, dan saya sangat mengharapkan bapak/ibu operator untuk bisa mengabulkan permintaan saya tersebut.

Beberapa hari lalu (sebelum hari raya 'Iedul Fithri) saya pernah dihubungi saudara saya yang dari kalimantan lewat SMS. Karena mendadak ada gangguan diHP maka saya langsung memutuskan untuk me-"restart"nya, tanpa lebih dulu mem-back up konten-konten yang ada di memory HP tersebut. Yang akhirnya semua nomer kontak HP hilang. Dan yang lebih sialnya lagi, ternyata saudara saya tersebut sampai sekarang belum menghubungi saya lagi padahal ada acara keluarga yang sangat penting untuk segera saya sampaikan.
Untuk itulah maka saya mengirim surat ke Care Service M3, sekiranya bisa dan mau memberikan bantuannya dengan memberikan data nomer-nomer yang pernah mengirimi saya SMS. Dan untuk lebih memudahkan pencarian, nomer saudara saya tersebut menggunakan nomer XL yang 3 angka diujungnya 633. Sedangkan nomer M3 yang saya pakai adalah +6285759110190.

Demikian surat saya, atas perhatian dan bantuan bapak/ibu operator saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalam

Adhe kholid
Ciasem - Subang 41256

Thursday, December 24, 2009

Matinya Rasa Keadilan

Ditengah gaung upaya penegakan hukum
ditanah air, ternyata kita masih harus bermiris-
miris ria melihat kenyataan peradilan yang telah
digelar dibeberapa wilayah. Dan kenyataan itu
sudah mecoreng sekaligus melukai rasa
keadilan bangsa ini.. Lihat saja kasus yang
menimpa pencuri 3 biji kakao, kapas,
semangka, hingga kasus Prita, yang
mengharuskannya bak pengemis karena harus
memenuhi tuntutan jaksa..

Terbukti, setelah bertahun-tahun kita berada di
era reformasi, peradilan kita masih belum bisa
mencerminkan rasa keadilan bagi bangsa ini.
Padahal mereka yang berada dibalik upaya
penegakan hukum itu bukan orang bodoh,
mereka melek hukum. Akan tetapi mereka
terkesan kurang memiliki kebijaksanaan dalam
memberikan payung hukum yang seharusnya
bisa menciptakan rasa keadilan dan ketentraman
bagi rakyat negeri ini, terutama rakyat kecil. Dan
ini berbanding terbalik bila kita melihat nasib
para pengemplang dana bailout Century, atau
upaya penegakan hukum yang mereka lakukan
terhadap dugaan penyuapan si tengil Anggodo
CS.. Timbullah pertanyaan, ada apa sih dengan
lembaga hukum kita..?? Apakah ada yang salah
dengan materi perundang-undangannya, atau
memang mental dan sumber daya manusia para penegak hukumnya
yang bobrok..?? Padahal menurut logika
sederhana (terlepas dari segi mental), bila ada
orang miskin dan bodoh melakukan kesalahan
(mencuri), maka sistem dan fungsi
pemerintahannya
yang harus dipertanyakan. Kenapa rakyatnya
bisa miskin hingga mencuri..?? Negara kita
memang negara hukum. Oleh karena itulah kita tidak
boleh menutup mata dengan tujuan adanya
hukum adalah terciptanya keadilan..

hmh.. Mungkin inilah model penegakan hukum
di negeri ini. Dampak dari sebuah imperialisme
kapitalis, yang lahir dari sistem ekonomi neolib
yang dianut pemerintah kita saat ini.. Maka jangan
heran jika banyak rakyatnya yang berpendapat
bahwa keadilan di negeri ini hanya untuk orang-
orang berduit..!!

Wallahu'alam _

Friday, November 20, 2009

BiLa buAya piLek..??

Negeri ini bukan milik pejabat, bukan pula
milik pemerintah. Polisi milik kita, seluruh
rakyat Indonesia. Kejaksaan milik kita.
Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi,
dan semua komisi negara milik kita. KPK
mungkin betul hanya cicak. Dan jika diterkam
buaya, pasti tak berdaya.
Namun, cicak ini memberi presiden ”kredit”
besar. Di dunia luar, gerak kita melawan
korupsi dicatat sebagai bagian ”kemuliaan”
Presiden SBY dan kabinet SBY. Kemitraan
yang ikut gigih membentuk KPK. Jika
kemitraan boleh mengklaim ikut memiliki
KPK, otomatis, KPK juga milik SBY.

Buaya menerkam cicak..?? apa bukan berarti
buaya menerkam SBY..?? Tahukah implikasinya
bagi karier dan jabatan bila melawan rakyat,
sekaligus melawan presiden sendiri? Maka,
patut dicatat, cicak dan buaya diciptakan
Tuhan bukan untuk saling berhadapan
sebagai musuh. Mereka saudara serumpun,
yang bisa saling membantu. Bahkan, kalau
buaya pilek, cicak pun bisa menggantikannya.. ..

Hmh..

Wednesday, September 30, 2009

Disaat Daku Tua.. ..

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran dibajuku, disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu, ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu, bersabarlah mendengarku, jangan memotong ucapanku.
Dimasa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang ribuan kali telah daku ceritakan, hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku, janganlah menyalahkanku. Ingatlah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi..?

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan tekhnologi modern, janganlah menertawaiku. Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa" yang engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan, ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku. Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita, berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih. Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku. Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu.. Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur. Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu..